Kamis, 03 September 2015

Cinta Tanah Air

Mencintai Tanah Air

Aku dilahirkan di salah satu desa kecil di Jawa Tengah, tepatnya di sebuah kecamatan di dekat Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Aku senang dan bahagia walaupun dilahirkan sebagai anak desa. Masa kecilku sangat menyenangkan: aku bisa main-main dengan teman-teman sebayaku sepuasnya, main bola di tanah kosong, main di parit dan di kubangan di saat hujan deras turun, main ke selokan di sawah dekat rumah, dan juga main segala mainan tradisional di rumah bersama teman-teman.

Keindahan dan kekayaan alam Indonesia


Kuawali cerita tentang Cinta Tanah Airku Indonesia dari sini, karena sangat jelas kuingat di benakku, betapa bahagianya aku dilahirkan di Negeri Indonesia yang sungguh indah, subur dan kaya raya akan bahan alam. Aku bangga jadi anak Indonesia. Aku bangga dilahirkan di Negeri Indonesia, walaupun terlahir dari desa.



Saat kutuliskan ceritaku ini, kuingat sebuah lagu tentang tanah air Indonesia. "........Tanah air kutidak kulupakan, yang terkenang selama hidupku....... dst......". Betapa sangat sayang dan besarnya cintaku dengan Negeriku Indonesia ini.



Jika aku boleh meminta, setelah nanti aku lulus Sarjana.....ingin rasanya kuabdikan diriku untuk tanah air Indonesia......ya, aku sebenarnya ingin ikut Program Indonesia Mengajar. Lepas aku bisa masuk persyaratan atau tidak, tetapi yang terutama....aku sudah mengungkapkan keinginan dan cita-citaku untuk Negerikju Indonesia yang amat sangat kucintai ini.




(Merici, 2015)



Sumber:

Merici, A. (2015, 09 03). Koseose Blog. Retrieved 09 10, 2015, from Koseose Blog: http://keseose.blogspot.com

 


9 komentar:

  1. hoahhhhh kerennn abisss..
    lanjutkannn
    good job.

    BalasHapus
  2. Aminnn.. pasti bisa Tuti. Ceritain seperti apa sih Indonesia Mengajar itu? Dan kenapa itu bagus buat Indonesia?

    BalasHapus
  3. Halo teman-teman, minta bantuan di approve ya comment-nya supaya saya bisa lihat siapa yang sudah comment siapa yang belum.

    BalasHapus
  4. Ciee.. Tuti followernya banyak lho... Apa resepnya ...?

    BalasHapus
  5. jaddi terharu mba...ceritakan tenetng kampungx donkkk...penasaran ne...

    BalasHapus
  6. apakah kampumg kamu seindah gambarini

    BalasHapus
  7. yeahhhhh....akhirnya ada artikelnya juga....bagusnya.

    BalasHapus
  8. mantap mau berbagi tentang tempat kelahiran,semangat ya

    BalasHapus